Acara dibuka oleh Rektor ITS Prof. Ir. Bambang Pramujati, Ketua BKTI PII Ir. Wiza Hidayat, Ketua PII Wilayah Jawa Timur Dr. Ir. Gentur Prihantono serta Ketua Umum BKSTI Prof. Nurhadi Siswanto. Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, turut memberikan pidato kunci, sementara Ketua Umum PII Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie hadir secara daring.
Wakil Gubernur Emil Dardak menegaskan kekuatan ekosistem industri di Jawa Timur dalam pertumbuhan ekonomi nasional
“Industri kita harus terus diperkuat melalui berbagai inovasi dan adopsi teknologi khususnya di era industri 4.0. Jawa Timur siap menjadi _center of excellence dalam pengembangan teknologi,” ujarnya.
Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati menyampaikan bahwa perguruan tinggi berperan besar dalam inovasi dan peningkatan daya saing industri.
“Kolaborasi akademisi, industri, dan organisasi profesi adalah kunci penguatan produktivitas dan daya saing,” tegasnya.
Ketua BKTI PII Ir. Wiza Hidayat menyoroti lengkapnya ekosistem industri Jawa Timur, mulai dari manufaktur hingga infrastruktur, yang menjadikannya wilayah strategis bagi pengembangan industri nasional.
Konvensi Wilayah menetapkan Dr. Ir. Ari Primantara sebagai Ketua PII–BKTI Wilayah Jawa Timur Periode 2025–2028.
Rangkaian Seminar ini juga menghadirkan narasumber:
* Dr. Ir. Taufik Nur (Ketua Forkom Penyelenggara Program Profesi Insinyur).
* Muhammad Ali, S.S., M.A., Ph.D. (Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI)
* Dr. Ir. Ari Primantara (VP Departemen Pergudangan dan Pengantongan PT Petrokimia Gresik)
Melalui kegiatan ini, BKTI PII menegaskan komitmennya dalam memperkuat produktivitas industri, meningkatkan efisiensi supply chain, dan memperluas kontribusi insinyur dalam pembangunan nasional yang berdaya saing global


