Menjawab Tantangan Tarif Global, BKTI–PII Bersama ITI Dorong Arah Kebijakan Industri Nasional Opsi Informatif

Badan Kejuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI–PII) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Indonesia (ITI) sukses menyelenggarakan seminar strategis yang membahas masa depan industri nasional di tengah dinamika dan ketidakpastian global. Seminar ini mengangkat tema “Masa Depan Industri Nasional di Tengah Tekanan Tarif Global: Jalan Retaliasi vs Negosiasi”, sebagai upaya merespons tantangan kebijakan perdagangan internasional yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada daya saing industri dalam negeri.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua BKTI–PII, Ir. Wiza Hidayat, S.T., G.P., IPU., ASEAN Eng., dan Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia, Ir. Teguh Haryono, M.B.A., IPU., ACPE., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, para pimpinan menegaskan pentingnya peran insinyur dan kalangan akademisi dalam memberikan pandangan strategis, berbasis data dan keilmuan, guna mendukung perumusan kebijakan industri nasional yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai latar belakang, yaitu Ir. Faizal Safa, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., ACPE., selaku Deputi Ketua Umum Industri Persatuan Insinyur Indonesia, yang memaparkan perspektif industri nasional dalam menghadapi tekanan tarif global; Laba Busnawi, S.T., M.B.A., President & CEO Signature Security USA, yang memberikan pandangan global dan pengalaman praktis menghadapi dinamika pasar internasional; serta Ir. Mega Bagus Herlambang, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Ketua Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Indonesia sekaligus perwakilan Departemen Manajemen Konsultasi BKTI–PII, yang mengulas pendekatan akademik dan strategis dalam merespons tantangan tersebut.

Diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif, menyoroti berbagai opsi kebijakan, mulai dari strategi retaliasi hingga pendekatan negosiasi, serta implikasinya terhadap keberlanjutan industri nasional, rantai pasok, dan daya saing global Indonesia.

Dalam kesempatan ini, BKTI–PII juga menegaskan komitmennya untuk menyiapkan masukan strategis kepada pemerintah dalam bentuk rekomendasi kebijakan publik (public policy) bagi industri nasional. Masukan tersebut akan dirumuskan dan dikoordinasikan oleh Departemen Manajemen Konsultasi BKTI–PII, sebagai wujud kontribusi nyata insan keinsinyuran dalam mendukung pembangunan industri Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berorientasi jangka panjang.

Melalui kolaborasi ini, BKTI–PII dan ITI berharap dapat terus menjadi ruang dialog strategis antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat peran insinyur dalam menjawab tantangan global demi kemajuan industri nasional.

Leave a Reply