BKTI–PII Perkuat Peran Strategis Insinyur dalam KLB dan RAPIMNAS PII 2025

Badan Kejuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI–PII) turut hadir dan mengambil bagian secara aktif dalam Kongres Luar Biasa (KLB) dan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Tahun 2025. Partisipasi ini merupakan wujud komitmen BKTI–PII dalam memperkuat peran strategis insinyur Indonesia serta mendukung arah kebijakan nasional menuju reindustrialisasi dan kemandirian teknologi bangsa.

KLB dan RAPIMNAS PII 2025 mengusung tema “Organisasi Ligat, Reindustrialisasi Kuat”, yang menegaskan komitmen PII untuk membangun organisasi profesi yang tanggap, lincah, dan kokoh. Organisasi yang ligat dinilai menjadi fondasi penting dalam mempercepat kebangkitan industri nasional yang kompetitif, berdaya saing global, dan berkelanjutan.

Dalam forum strategis ini, BKTI–PII mengirimkan delegasi yang terdiri dari Ketua BKTI–PII, Ir. Wiza Hidayat, Deputi Ketua II Bidang Kerja Sama Universitas, Ir. Rio Andi, Deputi Ketua III Bidang Investasi dan Kerja Sama Industri, Ir. Abdul Haris, serta sejumlah pengurus BKTI–PII lainnya. Kehadiran delegasi BKTI–PII menegaskan peran aktif badan kejuruan dalam proses konsolidasi organisasi dan perumusan arah strategis PII ke depan.

BKTI–PII berpartisipasi aktif dalam berbagai agenda KLB dan RAPIMNAS, termasuk diskusi strategis, penguatan sinergi lintas badan kejuruan, serta penyelarasan program kerja untuk menjawab tantangan reindustrialisasi nasional. Forum ini menjadi titik temu penting bagi seluruh elemen PII untuk memperkuat kolaborasi, memperjelas peran, dan menyatukan langkah dalam mendukung pembangunan industri nasional yang mandiri dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari keluarga besar PII, BKTI–PII menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh agenda reindustrialisasi nasional melalui penguatan kapasitas insinyur di bidang Teknik Industri, peningkatan kompetensi dan sertifikasi, serta penguatan kolaborasi dengan dunia industri, akademisi, dan pemerintah.

Langkah strategis ini sejalan dengan semangat “Organisasi Ligat, Reindustrialisasi Kuat”, yang menempatkan insinyur Indonesia sebagai penggerak utama dalam membangun industri nasional yang mandiri, inovatif, dan kompetitif di kancah global.

Leave a Reply