Badan Kejuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI–PII) hadir dan berkontribusi aktif dalam Focus Group Discussion (FGD) strategis bertajuk “Peran Insinyur sebagai Motor Reindustrialisasi: SDM, Sertifikasi, dan Peran di Seluruh Rantai Industri”, yang diselenggarakan pada Kamis, 19 Juni 2025 di Graha Rekayasa Indonesia, Jakarta. FGD ini menjadi forum penting untuk membahas arah dan strategi reindustrialisasi nasional di tengah tantangan global dan kebutuhan penguatan daya saing industri Indonesia.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional lintas sektor sebagai pembicara, antara lain Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., ASEAN Eng., IPU, Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, Rektor Universitas Trisakti Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI Muhammad Ali Hapsah, Ph.D., serta Guru Besar Teknik Geofisika ITB Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan organisasi profesi dalam merumuskan kebijakan reindustrialisasi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Ketua BKTI–PII, Ir. Wiza Hidayat, S.T., G.P., IPU., ASEAN Eng., hadir sebagai panelis dan menyampaikan pandangan strategis mengenai peran insinyur, khususnya di bidang Teknik Industri, sebagai motor penggerak reindustrialisasi nasional. Beliau menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) teknik, pengembangan pendidikan vokasional yang selaras dengan kebutuhan industri, serta penerapan sistem sertifikasi kompetensi yang terstandar, kredibel, dan diakui secara nasional maupun internasional.
Pandangan tersebut diperkuat melalui diskusi bersama Ketua Badan Kejuruan Konstruksi PII (BKK–PII), Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M., IPM., ASEAN Eng., ERMCP, CREL, serta Project Manager Program Outlook Industrialisasi, Ir. Panji Sukma Nugraha, S.T., M.M., IPM., yang menggarisbawahi pentingnya peran insinyur di seluruh rantai nilai industri, mulai dari perencanaan, produksi, hingga pengelolaan keberlanjutan dan inovasi.
Melalui partisipasi aktif dalam FGD ini, BKTI–PII menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penyusunan gagasan, rekomendasi kebijakan, dan langkah strategis guna memperkuat ekosistem industri nasional. BKTI–PII meyakini bahwa insinyur yang kompeten, tersertifikasi, dan berdaya saing global merupakan kunci utama dalam mewujudkan reindustrialisasi Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
FGD ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang menjadi pijakan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan reindustrialisasi nasional, sekaligus memperkuat peran insinyur sebagai pilar utama pembangunan industri Indonesia ke depan.


