Diskusi menyoroti arah kebijakan pembangunan yang berfokus pada industrialisasi, hilirisasi, serta penguatan peran insinyur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi menjadi kunci dalam mendorong riset terapan dan kebijakan yang tepat sasaran.
Berbagai peluang kerja sama dibahas, mulai dari program Rutilahu, sertifikasi insinyur ASN (RPL), pengembangan dashboard value chain komoditas unggulan, hingga rencana Seminar Nasional Hilirisasi Industri yang akan melibatkan UMKM dan dukungan CSR perusahaan.
Selain itu, penguatan SDM juga menjadi perhatian melalui target komposisi lulusan SMK dan sarjana, serta keterlibatan mahasiswa Teknik Industri dalam program magang untuk mendukung pengembangan BUMDes di Jawa Timur.
Badan Keahlian Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia mendukung penguatan ekosistem industri melalui hilirisasi, inovasi, dan pengembangan SDM yang berdaya saing. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pembangunan Jawa Timur yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
#BKTIPIIJawaTimur #KolaboratifInklusifInovatif #PersatuanInsinyurIndonesia #TeknikIndustri


